Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Pekanbaru, Dr. H. Idrus, M.Ag, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari visi besar kepala daerah untuk menciptakan lapangan kerja mandiri dan menekan angka pengangguran di kalangan generasi muda.
Kolaborasi dengan Institusi Pendidikan
Salah satu strategi utama yang akan dijalankan adalah menjalin sinergi dengan institusi pendidikan, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi. Targetnya adalah membina para lulusan muda agar tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi mampu menjadi pencipta lapangan kerja (job creator).
"Kami akan bekerja sama dengan SMK dan kampus-kampus. Mahasiswa dan siswa kelas akhir akan kita dorong untuk menjadi pelaku usaha sejak dini melalui pelatihan dan pendampingan yang intensif," ujar Idrus saat memaparkan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) di hadapan Komisi II DPRD Kota Pekanbaru.
Fokus pada Legalitas dan Digitalisasi
Program ini tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga kualitas. Para calon wirausaha muda akan dibekali dengan berbagai fasilitas penting, antara lain: Pengurusan Izin Usaha, Membantu pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi Halal, hingga Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Literasi Keuangan, Edukasi memisahkan keuangan pribadi dengan modal usaha agar bisnis berkelanjutan. Pemasaran Digital, Pelatihan strategi online marketing menggunakan media sosial dan platform e-commerce.
Wadah Melalui Koperasi Merah Putih
Sebagai bentuk dukungan jangka panjang, Diskop UMKM juga tengah menginisiasi pembentukan Koperasi Merah Putih. Koperasi ini dirancang sebagai wadah kolaborasi bagi para pelaku UMKM, termasuk wirausaha muda yang baru terbentuk.
"Koperasi ini mengusung prinsip dari mereka, oleh mereka, dan untuk mereka. Tujuannya agar para pengusaha muda memiliki jaringan yang kuat dan mampu melakukan pelatihan mandiri dari dana pendidikan koperasi, tanpa terus-menerus bergantung pada APBD," tambah Idrus.
Dengan target 1.000 wirausaha baru dalam lima tahun ke depan, Pemerintah Kota Pekanbaru berharap ekonomi kreatif dan UMKM dapat menjadi tulang punggung yang tangguh bagi perekonomian lokal di masa depan.
